Berita

Universitas Batam siap menjadikan keperawatan dan kebidanan sebagai pusat peningkatan skill persiapan perawat ke Jerman

Universitas Batam (Uniba) menyatakan kesiapannya dalam mendukung program PT Rifim
Internasional Gemilang dalam menyiapkan tenaga perawat profesional untuk bekerja di Jerman.
Program ini sangat menarik karena akan memberi kesempatan bagi putra putri terbaik Indonesia
berkarir di luar negeri.
Hal itu diungkapkan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Universitas Batam, Dr Mohamad Gita
Indrawan saat menerima manajemen PT Rifim Internasional Gemilang, Kamis (10/6/2021).
Hadir pada kunjungan tersebut, Rektor Universitas Batam Prof Dr Ir Chabullah Wibisono, SE, MM,
Pembantu Rektor IV Bidang Hubungan Kerjasama Dr Mohamad Gita Indrawan, ST, MM beserta
Kaprodi, dosen dan perwakilan mahasiswa. Sementara dari PT Rifim Internasional Gemilang hadir
Direktur PT Rifim Internasional Gemilang, Fitri Miswati dan tim.
Universitas Batam (Uniba) merupakan salah satu kampus terbesar di Kepulauan Riau (Kepri) yang
memiliki Prodi S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan. Mahasiswa Uniba selama ini melakukan
praktek langsung di rumah sakit pendidikan RS Hajjah Bunda Halimah Batam milik yayasan Uniba.
”Kami berterima kasih sudah mengandeng Uniba dalam rangka mempersiapkan peluang kerja di
Jerman bagi mahasiswa Uniba, kami mensupport program PT Rifim Internasional Gemilang dalam
rangka penyediaan peluang tenaga keperawatan ke Jerman,” ujar Pembantu Rektor IV Bidang
Hubungan Kerjasama Uniba, Dr Mohamad Gita Indrawan.
Mohamad Gita Indrawan mengatakan, pihaknya menerima usulan dari manajemen PT Rifim untuk
bekerjasama. Kerjasama itu nantinya akan berbadan hukum, dimana Wakil Rektor IV akan
membicarakan dengan pihak-pihak yang berwenang.
”Kami juga siap menjadikan keperawatan dan kebidanan Uniba sebagai pusat peningkatan skill
persiapan perawat ke Jerman,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur PT Rifim Internasional Gemilang, Fitri Miswati mengatakan, support dan
peluang kerjasama yang diberikan Uniba menjadi harapan baru guna mempersiapkan generasi
muda untuk masuk ke bursa kerja internasional, khususnya Jerman.
Fitri mengatakan, untuk dapat bekerja di Jerman, peserta harus mampu berbahasa Jerman dengan
baik, memiliki dokumen lengkap dan lain-lainnya. Untuk itu, sebelum ke Jerman, PT Rifim akan
melakukan pembimbingan dan pelatihan.
Dikatakan, pada umumnya kontrak kerja yang berlaku di Jerman dimulai dengan 6 bulan masa
percobaan dan setelah itu baru dilakukan kontrak hingga selamanya.
Pemerintahan Jerman sangat melindungi karyawan dan pegawai sehingga tidak ada istilah “hire
and fire” sehingga kebanyakkan orang Jerman hanya bekerja di satu perusahaan hingga pensiun.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© UNIBA 2020